Seharian ini mendadak kepingin banget sama seafood, tapi berhubung kolesterol sedang naik, jadi lupakan udang, cumi, kepiting. Maka mari makan ikan supaya ibu Susi Pudjiastuti senang.
Hongkong Steamed Fish.
Bahan:
1 ekor Ikan segar sesuai pilihan
1 Jahe seukuran jempol
1 batang daun bawang
boleh ditambah cilantro.
Cara masak:
bersihkan ikan
Bersihkan jahe, iris tipis seperti koin
Bersihkan daun bawang, potong jadi 4
Tata jahe dan daun bawang di piring
Letakkan ikan diatasnya
Tata jahe dan daun bawang lagi diatas ikan dan diperutnya
Kukus 10 menit dengan api sedang
Setelah matang, angkat ikan, pindahkan ke piring saji
Sambil kukus, siapkan saus
Bahan Saus
3sdm minyak canola (boleh pakai minyak sayur biasa)
1sdt Gula pasir
1/4 cup kecap asin
*boleh tambah 1/2sdm kecap ikan
1ruas jahe iris korek api
5cm daun bawang, iris tipis
Cara masak:
Campur semua bahan di panci
Didihkan dengan api kecil
Siram keatas ikan
Siap disajikan panas-panas.
TIPS
1.
Hampir di setiap restaurant makanan tionghoa dan seafood ada menu ini.
Paling sering ikan yang digunakan adalah ikan malas, karena teksturnya yang lembut ketika di tim, seakan meluncur di tenggorokan.
Tapi ikan ini cukup mahal harganya, dan untuk dikonsumsi seorang diri, porsinya cukup besar.
Jadi saya ganti dengan ikan mini kerapu. Hasilnya sama-sama lembut dan nikmehhhh...
2.
Pada setiap perayaan imlek, menu ikan dipastikan selalu hadir, karena konon dipercaya sebagai doa keberkahan dari kepala sampai ekor (kaki). Ini juga karena sebutan ikan dalam bahasa mandarin "yu" yang berarti juga "prosperity" (makmur).
3. Menu ini sangat mudah dimasak, dengan bahan sederhana, dan menjadi pilihan sehat karena ikannya ditim/kukus.
4. Untuk hari raya, ikan dapat disiapkan lebih dahulu dan saus dibuat sesaat sebelum dihidangkan, sehingga anda bisa mendapat pujian karena menu ini sangat mempesona. Extra mile: tata ikan dalam piring hot stone yg telah dipanaskan lebih dahulu atau tata ikan dipiring saji dengan pemanas.
#MariMakanIkan #Kusantap
Tampilkan postingan dengan label Main Course. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Main Course. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 24 Juni 2017
Jumat, 15 Juni 2012
Ayam Kodok/Ayam Buang Tulang
Setelah kursus cake dasar di NCC, jadi ketagihan kursus lagi
cheesecake, international cake, fondant, dan lain-lain
tetapi diantara sekian banyak kursus yang saya ingin, ada satu
yak, satu saja kursus yg bener-bener cita-cita saya sedari kecil
yaitu AYAM KODOK
ini murni gegara jelas, obsesi saya dengan Thanksgiving dan Turkey
tapi biaya kursus ini lumayan bikin mikir-mikir dulu nih
ditambah lagi hasil jadinya cukup besar jika melihat laporan kursus-kursus sebelumnya
kata orang bijak, mimpi itu jangan ditunda, karena semakin ditunda, semakin ngebet
Pulang dari tugas di Kendari selama tiga (3) bulan, dimana disana susah toko bahan kue
susah cari bahan kue dan lain lain
tanpa babibu, saya langsung daftar kursus ayam kodok ini di markas NCC
cukup ribet si bagian mengulitinya. banyak sobek-sobeknya punya saya
tapi setelah dijahit rapi dan dipanggang, dari semua peserta kursus,
ayam buatan saya paling semok!
oh dan juga paling sekseh karena its pointy bu*t
menurut mba Eka Arei Shanti yang mengajar kami ketika itu,
ayamnya sesuai sama yg bikinnya, hahahahhaha
*i take it as a compliment
dan puas banget belajarnya.
puas belajar di NCC
puas juga hasilnya
bener-bener suatu kursus yg worth to fight for!
*who knows ini akan jadi menu baru jualan Cooking Praise selanjutnya ya..
cheesecake, international cake, fondant, dan lain-lain
tetapi diantara sekian banyak kursus yang saya ingin, ada satu
yak, satu saja kursus yg bener-bener cita-cita saya sedari kecil
yaitu AYAM KODOK
ini murni gegara jelas, obsesi saya dengan Thanksgiving dan Turkey
tapi biaya kursus ini lumayan bikin mikir-mikir dulu nih
ditambah lagi hasil jadinya cukup besar jika melihat laporan kursus-kursus sebelumnya
kata orang bijak, mimpi itu jangan ditunda, karena semakin ditunda, semakin ngebet
Pulang dari tugas di Kendari selama tiga (3) bulan, dimana disana susah toko bahan kue
susah cari bahan kue dan lain lain
tanpa babibu, saya langsung daftar kursus ayam kodok ini di markas NCC
cukup ribet si bagian mengulitinya. banyak sobek-sobeknya punya saya
tapi setelah dijahit rapi dan dipanggang, dari semua peserta kursus,
ayam buatan saya paling semok!
oh dan juga paling sekseh karena its pointy bu*t
menurut mba Eka Arei Shanti yang mengajar kami ketika itu,
ayamnya sesuai sama yg bikinnya, hahahahhaha
*i take it as a compliment
dan puas banget belajarnya.
puas belajar di NCC
puas juga hasilnya
bener-bener suatu kursus yg worth to fight for!
*who knows ini akan jadi menu baru jualan Cooking Praise selanjutnya ya..
![]() |
| Plating |
![]() |
| See?! its pointing!!! |
![]() |
| With mba Eka Arei Shanti, the Instructor |
![]() |
| Add caption |
Label:
Angelia Novincy,
Ayam kodok,
Cooking Praise,
Hantaran,
Main Course
Kamis, 10 November 2011
Mie Ayam Oriental (Natural Cooking Club Chinese Food Week)
laporan terakhir angel di CFW sebelon gong penutupan ditabuh
demi resep mie ayam mba intan ya kalo nda salah, akhirnya angel dan sepupu angel sepakat buat mieayam
awalnya pengen buat mie ayam mba intan, tapi ternyata ci ivonne (sepupu angel) dapet tabloid LeZAT edisi khusus seri wirausaha kuliner volume 03
terus ada resep mie pangsit ayam ala LeZAT yang super komplit
cuma memang saat memasaknya yg super makan waktu
cuma memang saat memasaknya yg super makan waktu
bahan
- 200 gr mie telor (angel pakai mie merk AA)
- 4 helai daun selada
- 4 sdm minyak bawang (angel skip karena ga tau barangnya)
- 2 sdm kecap asin
- 1 sdm minyak wijen
- 1 sdt merica bubuk
- 1sdt penyedap rasa
- 1 sdt garam
bahan toping ayam
- 500 gr daging ayam, potong dadu kecil (angel gunakan 1 ekor ayam kampung utuh, setelah matang baru disuwir-suwir)
- 1 sdm bawang putih, cincang halus
- 1 sdm arak masak/ang ciu/sari tapai siap pakai* (menurut iisalwi_ncc@yahoo.com
Angciu bisa diganti dengan kecap asin+air jeruk nipis/lemon) - 1 sdm kecap ikan siap pakai
- 1 sdm kecap asin siap pakai
- 1/2 sdm kecap raja rasa siap pakai (angel skip karena ga tau barangnya)
- 1 sdt garam
- 1 sdt gula
- 1/2 sdt penyedap rasa
- 1/2 sdt merica bubuk
- 75 ml air
bahan kuah kaldu:
- 500 gr tulang kaki sapi bagian sengkel (angel pakai 10bh kaki ayam)
- 5 ltr air
- 1 sdm garam
- 1/2 sdm penyedap rasa
- 1 sdt merica bubuk
bahan pelengkap
- 2 btg daun bawang iris halus
- 4 sdm bawang merah goreng
cara buat
Topping Ayam
- tumis bawang putih sampai harum, masukkan ayam, masak hingga berubah warna (jika menggunakan yam utuh, dapat dipotong 8 lebih dulu)
- masukkan semua bumbu, lalu tuang air, masak hingga matang (air tinggal sedikit), angkat. (jika menggunakan yam utuh, dapat disuwir-suwir lebih dulu)
Kaldu
- rebus air hingga mendidik, amsukkan tulang, rebus hingga matang, masukkan bumbu dan angkat
Penyajian
- siapkan mangkuk, daun selada, beri 1 sdm minyak bawang, 1/2 sdt minyak wijen, 1/4 sdt merica, 1/4 sdt penyedap rasa, 1/4 sdt garam
- mi direbus lebih dulu hingga matang (sekitar 3-5 detik), angkat, masukkan mangkuk, aduk rata dengan bumbu dlm mangkuk
- tambahkan topping ayam, taburi daun bwang dan bawang merah goreng, sajikan dengan kuah
PS:
- angel menambahkan jamur merang pada saat memasak topping ayam
- topping ayam dan kuah kaldu dapat disiapkan 1 hari sebelumnya lalu disimpan di kulkas saat sudah dingin
*Tulisan ini dapat dilihat juga di blog CFW
Nasi Goreng Oriental (Natural Cooking Club Chinese Food Week)
demi CFW yang sudah mau closing, ngebut buat laporannya
*Tulisan ini dapat dilihat juga di blog CFW
beberapa hari lalu dirumah tidak ada yang masak
terus pas pacar main ke rumah
Liat kulkas, masih ada sisa gepuk Ny Ong beef rasa pedas
buka buku Chinese Food Halal ala Restoran terbitan Demedia
ada resep nasi goreng khas chinese food
langsung masak, puji TUHAN resepnya mudah dan gampang dibuat
Bahan telur
- 2 butir telur
- 1/4 sdt garam
- 1/2 sdt merica bubuk
kocok sampai rata, panaskan sedikit minyak, tuang telur kedalamnya, aduk telur sampai jadi telur orak arik. angkat dan sisihkan
(demi sudah kelaparan, angel jadikan telur dadar tawar aja yang gampang)
bahan nasi goreng:
- 3 siung bawang putih, memarkan, cincang halus
- 2 bh cabai merah besar, iris bulat (ga mau repot, angel pakai sambal hijau gepuk Ny Ong)
- 2 btg daun bawang, iris serong
- 125 gr jamur kancing, iris tipis (bisa diganti jamur lain sesuai selera)
- 3 sdm saus tiram
- 1 sdt kaldu ayam bubuk
- 3 sdm kecap asin
- 1 sdt merica bubuk
- 4 piring nasi
cara buat:
- panaskan lagi sedikit minyak, tumis bawang putih dan cabai sampai harum. masukkan daun bawang dan jamur kancing, aduk aduk
- tambahkan saus tiram, kaldu ayam, kecap asin, merica bubuk, aduk sebentar, amsukkan nasi. aduk sampai nasi dan bahan tumisan tercampur rata
- masukkan telur, aduk rata, angkat, sajikan
PS:
angel tambahkan gepuk Ny Ong yang sudah disuwir-suwir pada saat memasak jamur kancing
*Tulisan ini dapat dilihat juga di blog CFW
Label:
Angelia Novincy,
Chinese Food Week,
Cooking,
Cooking Praise,
Main Course,
Rice
Selasa, 01 November 2011
Nasi Tim Jamur (Natural Cooking Club Chinese Food Week)
Aslinya resep ini adalah Nasi Tim Daging Jamur
yg dibuku-kan oleh Tim Dapur Demedia dengan Judul Chinese Food Halal ala Restoran
bukunya murah hanya seharga Rp 17.000 saja, resepnya mudah, bahannya mudah didapat dan diikuti foto step by step
yg dibuku-kan oleh Tim Dapur Demedia dengan Judul Chinese Food Halal ala Restoran
bukunya murah hanya seharga Rp 17.000 saja, resepnya mudah, bahannya mudah didapat dan diikuti foto step by step
(hunting buku ini demi awal2 ci shirley mengajukan CFW)
akan tetapi demi inventaris kulkas yang tidak menemukan daging, baik ayam, seafood, maupun sapi
dan tersisa hanya jamur saja, maka dimodifikasi sedikit dan jadilah Nasi Tim Jamur ini
Nasi Tim ini rasanya gurih dan enak disajikan hangat-hangat saat hujan bersama dengan kaldunya
NASI TIM DAGING JAMUR (untuk 5 porsi)
Bahan
2 sdm margarin
2 siung bawang putih, memarkan
2cm jahe, memarkan (karena kurang terlalu suka wangi jahe, jadi tidak saya gunakan)
200 gr beras, cuci bersih
1/2 sdt garam
450 ml air
Tumisan Daging
3 sdm minyak goreng
1 sdm minyak wijen
2 siung bawang putih, cincang halus
1/2 buah bawang bombay, cincang
150 gr daging sapi giling (Karena tidak ada, jadi tidak dipakai. namun sepertinya bisa diganti dengan ayam/seafood)
100 gr jamur kancing, iris iris
3sdm kecap manis
2sdm kecap asin
1/2 sdt merica bubuk
1 buah pekak/bunga lawang
100 ml air
Kuah
400ml air kaldu ayam
1/2 sdt merica bubuk
1 tangkai daun bawang, iris halus
Cara membuat:
- Panaskan margarin, tumis bawang putih dan jahe sampai harum. masukkan beras, aduk rata. bubuhkan garam dant uang air, aduk kembali, masak sampai air habis. angkat dan sisihkan
- panaskan minyak goreng dan minyak wijen, tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum, masukkan daging, aduk sampai ber-air. tambahkan jamur kancing, kecap manis, kecap asin, merica bubuk, pekak/bunga lawang, dan air, masak sampai matang. angkat, sisihkan
- siapkan kukusan
- oleskan minyak goreng di bagian dalam mangkok, masukkan satu bagian tumisan daging, lalu tambhkan 1 bagian nasi, padatkan. lakukan sampai adonan habis. kukus selama satu jam
- Kuah: didihkan air kaldu, bumbui dengan merica bubuk, masukkan daun bawang, angkat. sajikan hangat bersama nasi tim
Tips:
- jika kecap asin dirasa kurang asin, boleh ditambahkan garam sesuai selera
- jika menyukai rasa yg agak pedas, dapat menggunkan minyak wijen yg berjenis pedas. minyak wijen ini dapat ditemukan di supermarket bagian bumbu masakan jepang
- jika tidak habis, nasi tim dapat disimpan di kulkas, dan dikukus kembali keesokan harinya
*Tulisan ini dapat dibaca juga di blog CFW
Label:
Angelia Novincy,
Chinese Food Week,
Cooking,
Cooking Praise,
Main Course,
Rice
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)